Naufal Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor
HARIANEXPRESS, MAGELANG – Seratus siswa SMP terpilih dari Kabupaten Magelang mengikuti Kemah Karakter Kebangsaan Angkatan 2 di SMA Taruna Nusantara, Mungkid, selama empat hari, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan menempa karakter melalui disiplin, pembiasaan, dan refleksi diri. Bupati Magelang Grengseng Pamuji membuka acara tersebut.
“Pulang dengan rasa bangga, pulang dengan kebiasaan baru. Saya berharap kebiasaan-kebiasaan baik yang didapat selama di sini, bisa dibawa dan diterapkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Bupati Grengseng Pamuji berharap kebiasaan baik yang didapat siswa dapat diterapkan di sekolah dan keluarga. Ia juga menyebut kegiatan ini sebagai terobosan metode pendidikan untuk mendukung ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Magelang.
“Ini bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi sebuah terobosan dalam metode pendidikan untuk membangun pembiasaan dan kebiasaan baik. Harapannya, ini bisa mendukung ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Magelang,” katanya.
Kepala SMA Taruna Nusantara Mayjen TNI Muhammad Imam Gogor menjelaskan kegiatan ini dirancang sebagai ruang siswa mengenali diri serta membangun kebiasaan positif. Menurutnya, karakter terbentuk dari kebiasaan, dimulai dari disiplin waktu.
“Karakter tidak hanya terbentuk melalui nasihat. Karakter dibentuk oleh kebiasaan. Kebiasaan dimulai dari disiplin dengan waktu,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar peserta memanfaatkan empat hari untuk merenung dan menentukan perubahan positif diri. “Gunakan empat hari ini untuk bisa merenung, bertanya kepada diri sendiri, dan menentukan ingin menjadi pribadi seperti apa ke depan,” pesannya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Amirudin Zuhri, menyatakan Kemah Karakter Kebangsaan merupakan program prioritas dan inovasi Bupati Magelang. Kegiatan dikemas kontekstual, melibatkan TNI, kepolisian, rohaniawan, motivator, edukator, serta tenaga profesional lainnya.
Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, cinta tanah air, empati, serta pengendalian diri. Mereka juga diajarkan kemampuan membangun hubungan positif dengan sesama.
“Kegiatan ini sebagai momentum mendapatkan pengalaman batin dan pembelajaran, untuk memperbaiki karakter sebagai bekal di kemudian hari,” terangnya.
Pembentukan karakter memerlukan dukungan bersama dari sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat. Kemah Karakter Kebangsaan diharapkan menyiapkan generasi muda Kabupaten Magelang dengan karakter kuat menghadapi masa depan.


