Naufal ‘Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor
HARIANEXPRESS, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyalurkan sebanyak 6,8 juta liter air bersih ke 25 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan, Selasa (28/7/2026)
Distribusi bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menangani dampak musim kemarau dan menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap menggunakan armada tangki air untuk menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kabupaten/kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar. Sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci agar penyaluran bantuan dapat menjangkau seluruh daerah yang membutuhkan,” ujar salah satu anggota BPDP
Sinergi juga melibatkan unsur TNI-Polri, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta berbagai elemen lainnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan bahwa penyaluran bantuan air bersih akan terus berlanjut sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Pemantauan terhadap wilayah rawan kekeringan juga terus dilakukan untuk menjamin masyarakat memperoleh akses air bersih berkelanjutan selama musim kemarau.
Melalui kerja sama lintas sektor, diharapkan dampak kekeringan terhadap kebutuhan dan aktivitas harian warga dapat diminimalkan.


