Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Tanbo Art Wajah Bupati Hamenang Hiasi Sawah Juwiring Klaten

Pola wajah Bupati Hamenang Wajar Ismoyo menghiasi sawah Desa Juwiring, Klaten, sebagai Tanbo Art dan kado Hari Jadi ke-222. Karya petani milenial ini viral di media sosial.

Article ad before first paragraph

Naufal ‘Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor

HARIANEXPRESS, KLATEN – Pola wajah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berpadu dengan tulisan “Sahita Hamemayu Raharja” menghiasi area persawahan di Desa Juwiring, Kamis (30/7/2026)

Karya seni padi seluas sekitar 1.700 meter persegi tersebut telah menarik perhatian masyarakat setelah viral di media sosial. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pun menyempatkan diri meninjau langsung karya unik itu.

Prihatnyo Ruli Hermawan, seorang petani milenial sekaligus seniman asal Juwiring, adalah pencipta Tanbo Art tersebut. Ia memanfaatkan dua varietas padi, yakni Black Madras (hitam keunguan) dan Cibatu (hijau), sebagai media kreatif.

Article ad in the middle of article

Perpaduan warna alami tanaman tersebut membentuk pola tertentu tanpa merusak tanaman, berbeda dengan konsep crop circle. Ruli membuat karya ini sebagai bentuk partisipasi dalam menyemarakkan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.

Selain itu, karya ini juga bertujuan mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang inovatif dan menjanjikan. Bupati Hamenang Wajar Ismoyo mengaku tertarik datang setelah melihat Tanbo Art tersebut ramai diperbincangkan.

“Hari ini kami berkunjung ke sini karena beberapa hari ini viral di media sosial. Dari atas terlihat ada tema hari jadi “Sahita Hamemayu Raharja” sekaligus gambar saya. Awalnya saya penasaran siapa pembuatnya, ternyata beliau ini, seorang petani milenial sekaligus seniman,” ujarnya.

Menurut Hamenang, karya tersebut memiliki nilai berbeda dibanding fenomena crop circle karena tidak dilakukan dengan merusak tanaman. Pola visual dihasilkan dari teknik penataan varietas padi yang memiliki warna berbeda.

“Beliau membuat karya ini tanpa merusak tanaman. Kalau crop circle biasanya tanamannya dirusak, sedangkan Tanbo Art ini memanfaatkan dua varietas padi yang memang memiliki warna berbeda sehingga membentuk pola tertentu. Ini menjadi kado yang sangat istimewa untuk Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten,” jelasnya.

Ia mengapresiasi kreativitas Ruli yang mampu menggabungkan pertanian dengan seni dan inovasi. Bupati berharap karya ini dapat memancing minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kado untuk Kabupaten Klaten melalui Tanbo Art ini. Semoga karya ini dapat memancing minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian sehingga regenerasi petani di Kabupaten Klaten, khususnya di Kecamatan Juwiring, dapat terus berjalan. Dengan demikian, upaya menjaga ketahanan pangan juga bisa kita lakukan bersama-sama,” imbuhnya.

Kehadiran Tanbo Art di Desa Juwiring menjadi bukti bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan. Sektor ini juga dapat menjadi ruang kreativitas, edukasi, dan daya tarik baru bagi masyarakat.

Article ad after last paragraph