Kamis, 27 Agustus 2026
Hot

Kekeringan Meluas, 25 Daerah Jateng Terdampak Krisis Air

Kekeringan melanda 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah, mengakibatkan krisis air bersih bagi lebih dari 184 ribu jiwa. BPBD Jateng telah menyalurkan 6,8 juta liter air bersih.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

JAWA TENGAH, HARIANEXPRESS — Bencana kekeringan akibat musim kemarau melanda 25 kabupaten/kota di Jawa Tengah, menyebabkan 184.643 warga mengalami krisis air bersih, Senin (27/7/2026).

Kekeringan tersebar di 148 desa dan 83 kecamatan. Sebanyak 11 pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, dengan Klaten, Pemalang, dan Banjarnegara menjadi wilayah penerima bantuan air bersih terbanyak.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah telah menyalurkan 6,8 juta liter air bersih yang bersumber dari APBD serta dukungan CSR, PMI, TNI, dan Polri.

Article ad in the middle of article

“Ketersediaan anggaran maupun air bersih masih mencukupi untuk penanganan kekeringan di wilayah terdampak,” Ujar Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan.

BPBD mencatat masih tersedia sekitar 40 juta liter air bersih dari total 44,9 juta liter yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk menghadapi musim kemarau.

Selain krisis air bersih, musim kemarau juga memicu peningkatan kebakaran. Sejak 5 Juni hingga 19 Juli 2026, tercatat 275 kejadian kebakaran, termasuk 56 kebakaran hutan dan lahan dengan kerugian sekitar Rp607 juta.

Sebanyak 219 kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah dan bangunan yang mengakibatkan kerugian mencapai sekitar Rp27 miliar.

Article ad after last paragraph