Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

K3S Magelang Tengah Luncurkan Program Hari Belajar Guru

K3S dan KKG Kecamatan Magelang Tengah meluncurkan program Hari Belajar Guru pada 28 Juli 2026 untuk meningkatkan kompetensi pendidik sesuai arahan Kemendikdasmen.

Article ad before first paragraph

Naufal ‘Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor

HARIANEXPRESS, MAGELANG – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Magelang Tengah secara resmi meluncurkan program Hari Belajar Guru, Selasa (28/7/2026).

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru. Selain itu, inisiatif ini juga selaras dengan arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, dan dilaporkan sudah berjalan di masing-masing KKG.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Magelang Tengah, Maria Widarsi Lestari, menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi para guru.

Article ad in the middle of article

“Sesuai dengan arahan dinas untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan pendidikan khususnya Kecamatan Magelang Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nurwiyono Slamet Nugroho, menegaskan bahwa tugas guru tidak hanya sebatas menyampaikan pembelajaran yang baik. Guru juga dituntut untuk menanamkan empat kompetensi abad ke-21 atau dikenal sebagai 4C.

“Munculkan inovasi baru untuk mencari terobosan ingat guru itu harus bisa 4C Critical thinking, Creative, Collaboration Communication,” ujarnya.

Nurwiyono juga menekankan pentingnya empat kompetensi dasar guru, yakni pedagogi, profesional, sosial, dan kepribadian. Ia meminta guru untuk memperbanyak kegiatan literasi sebagai sumber baca.

“Guru harus lebih banyak literasi itu sumber baca. Dengan membaca buku akan tahu metode, teknik, strategi pengajaran yang baik. Sekarang sudah ada perpustakaan digital seperti iMagelang. Biasakan read aloud, membaca dengan keras dengan anak,” katanya.

Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permen Dikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026, Nurwiyono meminta sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia menegaskan larangan terhadap tiga dosa besar di sekolah: bullying, kekerasan, dan intoleransi.

Nurwiyono turut memaparkan konsep cooperative learning sebagai metode untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Selain itu, guru dituntut untuk mandiri dalam membuat soal yang memenuhi unsur reliabilitas dan validitas, bukan semata bersumber dari Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Bagaimana membuat soal validitas ada dan realibilitas ada tidak boleh dari LKS, sekolah tidak boleh sebagai tempat transaksi,” tegasnya.

Ia menambahkan, guru dituntut memiliki jiwa kompeten, integritas, dan loyalitas dengan pemanfaatan teknologi dan pembelajaran berbasis Artificial Intelligent (AI). Hal ini penting mengingat siswa saat ini adalah generasi Alpha dengan perkembangan teknologi informasi yang tinggi.

“Ingat yang dihadapi anak sekarang generasi alpha dengan perkembangan IT yang tinggi, seperti AI sebagai pilihan, kelas 3 sudah menyiapkan bahasa Inggris,” ujarnya.

Nurwiyono berharap program Hari Belajar Guru menjadi wadah berkelanjutan melalui KKG. Program ini mencakup pelatihan, praktik, hingga monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan, dengan harapan pembelajaran kekinian abad ke-21 dapat terwujud.

Output yang diharapkan adalah tercapainya capaian optimal pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan tambahan Bahasa Inggris dan IPA.

Article ad after last paragraph