Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Rutan Pekalongan Buka Pendidikan Paket A bagi 23 Warga Binaan

Rutan Kelas IIA Pekalongan membuka Program Pendidikan Kesetaraan Paket A bagi 23 warga binaan. Ini penuhi hak pendidikan dan tingkatkan kualitas diri narapidana.

Article ad before first paragraph

Naufal ‘Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor

HARIANEXPRESS, PEKALONGAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program Pendidikan Kesetaraan Paket A bagi 23 warga binaan, Jumat (24/7/2026).

Program pendidikan tersebut diikuti oleh 23 narapidana yang belum pernah mengenyam pendidikan atau belum menamatkan jenjang Sekolah Dasar (SD). Selama tiga tahun ke depan, mereka akan mengikuti pembelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum Pendidikan Kesetaraan Paket A.

Langkah ini merupakan bentuk pemenuhan hak atas pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kualitas diri para warga binaan selama menjalani masa pidana. Diharapkan mereka memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat.

Article ad in the middle of article

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, secara langsung membuka kegiatan ini. Ia didampingi oleh Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M. Anang Saefulloh.

“Kami berkomitmen memberikan hak pendidikan kepada setiap warga binaan. Semoga program ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga peserta dapat menyelesaikan pendidikan dasar dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, S.Pd., bersama dengan lima tenaga pengajar yang akan membimbing para peserta.

“Pendidikan tidak mengenal batas usia maupun keadaan. Kami akan mendampingi seluruh peserta selama proses pembelajaran hingga selesai, sehingga nantinya mereka dapat memperoleh ijazah Paket A yang diakui negara sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Program Pendidikan Kesetaraan Paket A ini adalah tindak lanjut dari Nota Kesepakatan yang sebelumnya terjalin antara Rutan Kelas IIA Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan. Kesepakatan tersebut berfokus pada sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Selain itu, inisiatif ini juga menjadi implementasi dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hal tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan narapidana melalui akses pendidikan yang merata.

Proses pembelajaran bagi warga binaan akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Untuk menunjang kelancaran proses ini, Rutan Kelas IIA Pekalongan telah menyediakan fasilitas lengkap.

Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas yang memadai, alat tulis, serta berbagai sarana belajar lainnya yang dibutuhkan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak warga binaan yang dapat menyelesaikan pendidikan dasarnya sebagai bekal penting saat mereka kembali berintegrasi ke masyarakat.

Article ad after last paragraph