Naufal ‘Affan Penulis | Ridwan Habibie Editor
HARIANEXPRESS, SLAWI – Bawaslu Kabupaten Tegal selenggarakan Pendalaman Materi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bagi pelajar Pramuka di SMK Negeri 1 Slawi, Kamis (23/7/2026)
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan pengawasan partisipatif kepada pelajar Pramuka.
Pelajar diharapkan mampu menjadi pelopor pengawasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pendalaman materi ini memperkuat kapasitas anggota Pramuka agar memahami pentingnya menjaga proses demokrasi yang jujur dan berintegritas.
Melalui P2P, Bawaslu menumbuhkan kesadaran bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Acara ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H., Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tegal, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tegal beserta jajaran.
Turut hadir Kepala SMK Negeri 1 Slawi beserta jajaran, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal, serta peserta pelajar Pramuka.
Kegiatan dimulai dengan sambutan Kepala SMK Negeri 1 Slawi, Lutfah Barliana, M.Pd.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif di lingkungan sekolah dan berharap para pelajar Pramuka dapat menjadi teladan dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Selanjutnya, Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal, Septi Kusuma Putri, M.Pd., juga menyampaikan sambutan.
“Nilai-nilai Dasa Dharma dan Satya Pramuka selaras dengan semangat pengawasan partisipatif, yaitu membentuk pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, serta peduli terhadap kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Wahyudi Sutrisno, S.H., M.H., kemudian membuka kegiatan secara resmi.
“Pelajar Pramuka memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. Semangat kepemimpinan, disiplin, dan pengabdian anggota Pramuka merupakan modal penting untuk membangun gerakan pengawasan partisipatif yang semakin luas,” tegasnya.
Kehadiran peserta dari Gerakan Pramuka menunjukkan sinergi antara Bawaslu dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.
Sinergi ini bertujuan membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap demokrasi dan berani mengawasi proses pemilu.


